BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT mengeluarkan surat edaran penerapan masyarakat produktif dan aman Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada kriteria Zona Merah dan Zona Hijau di Aceh.
Saat ini, Pemerintah sedang berupaya menanggulangi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Berkenaan dengan hal itu, Mendagri juga telah mengeluarkan keputusan bernomor 440-830 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.
Sesuai arahan Presiden kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nasional, 30 Mei 2020 lalu dinyatakan bahwa di Aceh terdapat 14 kabupaten/kota dengan Zona Hijau dan 9 kabupaten/kota dengan kriteria Zona Merah. Berikut merupakan rincian zona berdasarkan kriteria. Zona Hijau terdiri dari:

  1. Pidie Jaya
  2. Aceh Singkil
  3. Bireuen
  4. Aceh Jaya
  5. Nagan Raya
  6. Kota Subulussalam
  7. Aceh Tenggara
  8. Aceh Tengah
  9. Aceh Barat
  10. Aceh Selatan
  11. Kota Sabang
  12. Kota Langsa
  13. Aceh Timur
  14. Aceh Besar.

Lalu, kabupaten atau kota yang diberi kriteria sebagai Zona Merah terdiri dari:

  1. Banda Aceh
  2. Pidie
  3. Simeulue
  4. Aceh Barat Daya
  5. Aceh Tamiang
  6. Lhokseumawe
  7. Bener Meriah
  8. Gayo Lues
  9. Aceh Utara.

Berkaitan dengan penetapan Zona Merah itu, Plt Gubernur Aceh meminta kepada kabupaten atau kota dengan kriteria tersebut agar mengutamakan penerapan protokol kesehatan Covid-19, seperti:

  1. Penerapan tetap di rumah kecuali untuk kebutuhan pokok dan obat-obatan, mengawasi dan membubarkan keramaian dan orang berkumpul dengan memberdayakan Satpol PP/WH kabupaten/kota serta TNI/Polri.
  2. Penerapan protokol kesehatan secara ketat terutama tidak berkumpul, menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun.
  3. Meningkatkan sistem pengawasan di perbatasan baik antar provinsi maupun kabupaten/kota terhadap arus barang dan orang.
  4. Ketentuan tentang testing yang masif bagi masyarakat, tracing yang agresif dan isolasi yang ketat serta treatment yang dapat menyenmbuhkan pasien Covid-19.
  5. Peningkatan kapasitas layanan kesehatan seperti kecukupan logistik yang memadai (APD, PCR, Rapid Tes dan lain-lain), kecukupan tempat tidur dan sarana kesehatan lainnya.
  6. Kesiapan pemerintah Gampong dalam menghadapi pandemi Covid-19 agar memantau setiap orang yang berpotensi untuk menyebarkan Covid-19.
  7. Menegakkan protokol kesehatan di tempat umum, mengatur jam dan tempat kerja.
  8. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan Covid-19 bersama dengan Forkopimdan kabupaten/kota.


BERITA LAINNYA


Lokasi RSU Cut Meutia Aceh Utara