info@rscutmeutia.com (0645) 123456

Jadi Rumah Sakit Pendidikan, RSUCM Persiapkan Layanan Berbasis IT

Oleh Admin, tanggal 2019-02-26 12:11:24

Perubahan yang signifikan terlihat langsung di RSUD Cut Meutia  Aceh Utara selama tiga tahun terakhir atau setelah Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib melantik drg Nurhaida MPH, menjadi direktur pada 31 Desember 2015. Perubahan tersebut bukan hanya fisik atau bangunan,tapi mulai dari pelayanan, sumber daya manusia (SDM)secara kualitas dan kuantitas, manajemen, administrasi, kebersihan, ingkungan yang sejuk dan nyaman,bahkan yang tak terlihat, kesejahteraan medis. Lewat tangan dingin jebolan magister of public healt(MPH)Italia tersebut dan arahan Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib dan Wakil Bupati Fauzi Yusuf, RSU Cut Meutia berhasil meraih sertifikat akreditasi paripurna bintang lima pada 12 Februari 2018. Sertifikat yang diberikan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Nasional,menunjukkan RSU Cut Meutia sudah memberikan pelayanan sesuai standar nasional. “Ini merupakan hasil dari upaya peningkatan standar pelayanan berfokus pada pasien, standar manajemen untuk lebih memenuhi peningkatan mutu dan keselamatan pasien," ujar Nurhaida. Tak hanya itu, kini RS tersebut sudah sah menjadi RS Pendidikan kedua Aceh, setelah Kementerian Kesehatan RI menetapkan lewat SK pada Januari 2019. “Alhamdulillah lewat kerja keras semua pihak,mulai dari pemkab, jajaran RS sampai cleaning service dan dukungan semua masyarakat, terutama masyarakat sekitar, rumah sakit ini sudah menjadi RS pendidikan, ini cita-cita kami dulu,"ujar Nurhaida. Kendati sudah berhasil merealisasikannya. Namun, Nurhaida menargetkan tahun ini, RS Pendidikan Cut Meutia dapat menerapkan pelayanan berbasis Information technology (IT) atau online. Sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif. Misalnya, dengan adanya pelayanan berbasis online tersebut. dokter dapat mencatat hasil diagnosanya itu di computer, bukan paper list. “Masyarakat nantinya dapat membuka aplikasi,untuk melihat jadwal masuk ke ruangan, sehingga tidak perlu mengantre lagi. Dengan demikian warga bisa memanfaatkan waktunya untuk kepentingan yang lainnya.Ini cita-cita saya, targetnya tahun ini harus berjalan meskipun belum sempurna,"ujar Nurhaida. Program tersebut sudah dipersiapkan mulai dari 2018 seperti pemasangan software perangkat keras."Untuk petugasnya sudah siap.Bahkan pekan depan kita sudah mulai sosialisasi kepada petugas medis," katanya.Perubahan lain yang terlihat selain bangunan penambahan poli,dokter spesialis dan umum,berbagai penunjang alat kesehatan. "Selama ini bukan hanya dari Aceh Utara yang berobat ke rumah sakit kita. Tapi mulai dari Bener Meriah,Bireuen,Lhokseumawe,Aceh Timur dan Langsa juga ada.Merekajuga mendapatkan pelayanan yang sama,tak ada beda,"katanya.

Dukungan Penuh

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib menyebutkan pemkab akan memberikan dukungan penuh kepada pihak RSU Cut Meutia sebelunya dan kedepan sehingga program tersebut dapat direaliasikan. Bahkan, Cek Mad mengaku sedang mencari lokasi baru untuk pengembangan rumah sakit tersebut sehingga bisa menampung pasien lebih banyak lagi. “Kita juga sangat mengapreasiasi medis, dokter, bidan, perawat maupun seluruh staf administrasi yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan rumah sakit pendidikan. Terus bekerja keras dalam melayani masyarakat," katanya. Sehingga kedepan benar-benar menjadi RS beramal (berkualitas, efiensi, rasa memiliki, aman dan nyaman, murah dan mudah, akurat, lancar dan lengkap.

Apresiasi,Terus Tingkatkan

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi mengapresiasikan atas kerja keras direktur bersama wakil, bidan dalam mewujudkan rumah sakit pendidikan. Namun, ia berharap tidak cepat dengan keberhasilan sudah diperoleh, tapi terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga bisa masyarakat sudah nyaman, pemkab akan nyaman.

“Saya hadir langsung ke kemarin sat kunjungan visitasi untuk persiapan RS pendidikan. Dalam pertemuan itu saya menyampaikan memberikan dukungan penuh dihadapan tim,”katanya Wabup berharap supaya kedisiplinan terus dijaga dan ditingkatkan lagi.

Penambahan alat kesehatan 2016-2017

·         Alat kemoterapi untuk melayani pasien kanker

·         Alat endoskopi untuk pemeriksa saluran pencernaan, audio metri untuk pemeriksaan ketulisan pada orang dewasa

·         Oto Acoustic Emision (OAE) untuk pemeriksaan ketulisan pada bayi

·         Gen Expert dapat melayani pasien pasien TBC yang sudah resisten terhadap obat tertentu

·         CD4 untuk pemeriksaan HIV dan Aids

·         Alat mikrobiologi yang berfungsi untuk pemeriksaan kuman

·         CT-Scan hasil diagnosa lebih akurat dan sangat cepat dengan radiasi lebih rendah

·         Alat laser mata

·         Alat pemecah batu ginjal (dalam proses)

·         Endourologi untuk pemecah batu ginjal pada saluran kemih

·         Phaco Elmusifikasi untuk operasi katarak dengan alat laser

Penambahan poliklinik 2016-2018

·         Konsultan HT (hidung tenggorokan dan ginjal)

·         Bedah Digestif dan Onkologi (Tumor)

·         Diabetes Melitus (kencing manis)

·         Urologi (saluran kemih dangenital)

·         Ortopedi (cedera akut,kronis, dan trauma)

·         VCT dan CTS (layanan konseling dan testing dan perawatan, dan dukungan dan  pengobatan)

·         Poli Geriatri (Fisiologis)

·         Recovery Room (Pemulihan pasien pasca operasi)

·         Perawat pencegah dan pengendali infeksi (IPCN)

·         Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS)

·         Jantung

Penambahan dokter specialis 2016-2018

·         Specialis Bedah 1 orang

·         Konsultan Bedah Onkologi !orang

·         Specialis obgin (kehamilan dan persalinan) 1orang

·         Specialis anestesi (pembiusan) 1 orang

·         Specialis anak 1 orang

·         Specialis penyakit dalam 2 orang

·         Specialis gigi 1 orang

·         Kedokteran jantung dan pembuluh darah 1 orang

·         Specialis bedah mulut 1orang

·          Dokter umum 2 orang

·         Dokter kontrak 7 orang

·         Dokter magang 11 orang

Penambahan gedung dan ruangan 2016-2018

·         Gedung laboratorium patologi klinik

·         Gedung IGD

·         Gedung Farmasi

·         Gedung Hemolialisa

·         Gedung Rawat inap kelas II

·         Kafetaria 8 unit

·         Kantin 18 unit

·         Atm Center

·         Peluasan Gedung utama

·         Sedangkan untuk rehab, gedung utama, ruang paru, dan ruang operasi.